Ciamis – Inovasi di bidang pertanian kembali ditunjukkan oleh petani muda asal Dusun Cikatomas, Desa Handapherang. Septian Mulyana berhasil memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif pada musim kemarau menjadi kebun semangka yang menghasilkan. Dalam waktu sekitar 60 hari, Septian bersama warga menggelar panen raya petik semangka dengan estimasi hasil mencapai tiga ton, Sabtu (24/10/2026)
Kegiatan panen raya tersebut berlangsung di Blok Ciaren RT 15/RW 06, Dusun Cikatomas, Desa Handapherang. Lahan seluas 110 bata itu ditanami semangka dengan dua jenis, yakni Danza dan Redin atau yang dikenal masyarakat sebagai semangka Inul.
Panen raya ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan dan kondisi musim kemarau bukanlah penghalang untuk terus berinovasi. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, masyarakat dapat mengembangkan usaha pertanian yang produktif sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.
Kegiatan petik semangka tersebut dihadiri Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, S.H., Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW 06 Taufan Nugraha, perwakilan kelompok tani Pasir Ngahiji, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan dukungan terhadap upaya pengembangan pertanian lokal, khususnya yang digerakkan oleh generasi muda.
Septian Mulyana mengatakan, gagasan menanam semangka berawal dari keinginannya memanfaatkan lahan yang kurang produktif saat musim kemarau agar memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan apabila dikelola dengan baik.
“Awalnya saya mencoba memanfaatkan lahan yang tidak produktif pada musim kemarau untuk ditanami semangka. Alhamdulillah, setelah sekitar 60 hari, sekarang sudah bisa melaksanakan panen bersama warga,” ujar Septian.
Ia menjelaskan, dua jenis semangka yang ditanam adalah Danza dan Redin atau Inul. Pengembangan tanaman tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat agar lebih berani mencoba usaha pertanian yang sesuai dengan potensi wilayahnya.
Septian juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua RW 06, kelompok tani Pasir Ngahiji, serta Pemerintah Desa Handapherang yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan pertanian tersebut.
“Terima kasih kepada Ketua RW 06 dan Pemerintah Desa Handapherang yang telah mendukung upaya kami. Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi petani muda lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, S.H., mengapresiasi inisiatif Septian sebagai petani muda yang mampu menghadirkan inovasi di lingkungan masyarakat.
Menurut Tantan, keberhasilan mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan merupakan langkah positif yang patut dicontoh.
Ia juga mengapresiasi dukungan Ketua RW 06 yang turut mendorong warganya untuk mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan produktif.
“Pemerintah desa sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Septian sebagai petani muda, serta dukungan Ketua RW 06. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini bisa dimanfaatkan untuk menanam semangka dan menghasilkan,” ungkap Tantan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia, sehingga potensi pertanian di Desa Handapherang semakin berkembang.
Ketua RW 06, Taufan Nugraha, menegaskan bahwa dirinya selalu mendukung warga yang memiliki gagasan dan semangat untuk berinovasi, baik di bidang pertanian, kebudayaan maupun kesenian.
Menurut Taufan, kreativitas masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan yang mandiri dan produktif. Dukungan tersebut, kata dia, terutama diberikan kepada generasi muda yang memiliki kemauan untuk berkarya dan mengembangkan usaha.
“Kami selalu mendukung masyarakat RW 06 yang ingin berinovasi, baik dalam bidang pertanian, kebudayaan maupun kesenian. Apalagi petani muda seperti Septian yang mau berkarya, berusaha, dan berinovasi untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarganya,” kata Taufan.
Ia berharap keberhasilan panen semangka tersebut dapat memotivasi warga lainnya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia serta mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.
Panen raya semangka di Dusun Cikatomas ini tidak hanya menjadi momentum menikmati hasil pertanian, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara petani muda, kelompok tani, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, inovasi Septian Mulyana diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya semangat kewirausahaan pertanian di Desa Handapherang, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Pentil/Ganz)