Ciamis – Tokoh Masyarakat Ciamis sekaligus Penasehat Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis, H. Ganjar, mengajak insan pers dan pengelola media untuk berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah melalui pemberitaan yang mendidik, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai informasi yang menyangkut kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, pembangunan, pendidikan, hingga persoalan sosial kemasyarakatan, Rabu (21/10/2026).
H. Ganjar menegaskan, informasi yang disampaikan media tidak boleh hanya berorientasi pada peristiwa tertentu, tetapi juga harus mampu membuka wawasan masyarakat mengenai potensi daerah serta tantangan yang perlu dihadapi bersama.
“Informasi yang ditunggu oleh pemerhati, pembaca, maupun pendengar adalah informasi yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Baik pembangunan, pertanian, maupun berbagai persoalan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Ia berharap media dapat menjadi sarana pemersatu sekaligus ruang untuk membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan Kabupaten Ciamis.
H. Ganjar menilai, Kabupaten Ciamis tidak perlu berkecil hati meskipun sebagian wilayahnya telah menjadi daerah otonom tersendiri, yakni Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Menurutnya, Ciamis masih memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan apabila dikelola dengan perencanaan yang matang dan berorientasi jangka panjang.
Ia menyebutkan bahwa salah satu aset utama Ciamis adalah sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang kelak akan menjadi penentu arah pembangunan daerah.
Selain itu, sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
H. Ganjar mencontohkan potensi pertanian dan kelapa yang pada masa lalu memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan kajian mendalam dan menyusun program konkret guna menghidupkan kembali potensi tersebut.
“Jangan hanya berpikir untuk sepuluh tahun ke depan. Mari kita berpikir untuk tiga puluh tahun ke depan. Kalau kelapa menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan, mengapa tidak dijadikan program pemerintah? Harus ada kajian dan perencanaan yang benar,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan program jangka pendek. Diperlukan visi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, serta generasi muda agar potensi daerah dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam pandangannya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting untuk membangun masa depan Ciamis. Ia mencontohkan perkembangan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis yang menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dapat tumbuh dan berkembang melalui perjuangan panjang serta konsistensi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Ia optimistis, apabila potensi pendidikan di Ciamis terus dikembangkan, dalam 20 hingga 30 tahun mendatang daerah ini dapat memiliki lebih banyak lembaga pendidikan unggulan yang diperhitungkan secara nasional.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu selalu berpikir bahwa pendidikan berkualitas hanya bisa diperoleh dengan menyekolahkan anak ke kota-kota besar seperti Bandung atau Yogyakarta. Ciamis sendiri memiliki peluang untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan yang berkualitas.
“Jangan berkecil hati. Kita memiliki generasi muda yang menjadi aset masa depan. Tinggal bagaimana potensi itu kita dorong dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Ganjar menyoroti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, keberadaan telepon pintar telah membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi, sehingga media digital memiliki peluang besar untuk menjangkau berbagai kalangan.
Ia berharap semakin banyak media hadir di Kabupaten Ciamis, baik media cetak, elektronik, maupun media visual dan digital, agar informasi yang bermanfaat dapat tersampaikan secara lebih luas.
Namun, ia mengingatkan bahwa banyaknya media harus diimbangi dengan kualitas pemberitaan. Media harus mampu menyajikan narasi yang menyejukkan, mendidik, serta mendorong masyarakat untuk berpikir positif dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Ia juga mengajak wartawan untuk tidak bersikap pilih-pilih dalam menjalankan tugas jurnalistik. Setiap pihak yang memiliki informasi penting dan bermanfaat bagi masyarakat perlu mendapatkan ruang pemberitaan secara proporsional.
H. Ganjar turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik. Menurutnya, wartawan harus mengutamakan kebenaran informasi, kepentingan publik, dan tanggung jawab moral, bukan menjadikan uang sebagai tujuan utama dalam pemberitaan.
Berdasarkan pengalamannya sebagai wartawan di Yogyakarta pada masa lalu, ia menekankan bahwa profesi jurnalistik harus dijalankan dengan prinsip kejujuran dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap media yang hadir di Ciamis dapat tumbuh secara mandiri, profesional, dan tidak dikendalikan oleh kepentingan perorangan. Pemberitaan harus tetap berpegang pada fakta, menghindari fitnah, serta tidak digunakan untuk menyerang pihak tertentu tanpa dasar yang jelas.
“Kalau niatnya baik, tidak menghujat dan tidak menyerang, tetapi ingin membangun masyarakat Ciamis agar lebih baik, insyaallah akan membawa keberkahan,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, H. Ganjar mengajak seluruh insan pers untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan media sebagai mitra masyarakat dalam membangun Kabupaten Ciamis.
Ia optimistis, dengan kekuatan sumber daya manusia, pengembangan sektor unggulan, pendidikan yang berkualitas, serta dukungan media yang sehat, Ciamis dapat semakin maju dan diperhitungkan di tingkat Jawa Barat maupun nasional. (Pentil/Gany)