Ciamis – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan pabrik yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berbagai langkah dilakukan untuk memperluas kesempatan kerja, mulai dari penyaluran pencari kerja melalui kegiatan job fair hingga komunikasi intensif dengan pihak perusahaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Disnaker Kabupaten Ciamis dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Selain membuka akses informasi lowongan kerja, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Ciamis, Tedy Tresadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan perusahaan agar para pencari kerja mendapatkan peluang untuk memasuki dunia kerja.
Menurutnya, penyaluran tenaga kerja tidak hanya dilakukan melalui kegiatan job fair, tetapi juga dengan membangun komunikasi secara berkelanjutan bersama pihak pabrik yang membutuhkan karyawan.
Melalui pola kerja sama tersebut, Disnaker berupaya memastikan informasi kebutuhan tenaga kerja dapat tersampaikan kepada masyarakat, sehingga para pencari kerja memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dimiliki.
Kerja sama dengan dunia industri menjadi salah satu strategi penting dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Disnaker Kabupaten Ciamis terus mendorong agar proses penempatan tenaga kerja berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Tedy menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan selama ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Ciamis. Bahkan, berdasarkan perkembangan yang diamati, angka pengangguran mulai menunjukkan kecenderungan menurun.
Meski demikian, upaya menekan pengangguran tetap membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pelatihan, serta masyarakat pencari kerja itu sendiri.
Disnaker juga mendorong para pencari kerja agar terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Sebab, persaingan di dunia kerja menuntut calon tenaga kerja memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan keterampilan yang memadai, para pencari kerja diharapkan tidak hanya mampu bersaing untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia usaha.
Selain memperkuat penempatan tenaga kerja di perusahaan, Disnaker Kabupaten Ciamis kini menyiapkan langkah pengembangan melalui program pelatihan keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Program ini diarahkan untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja yang ingin mengembangkan kemampuan dan memiliki peluang untuk membuka usaha secara mandiri.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha. Dengan demikian, peluang kerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan di pabrik atau perusahaan, tetapi juga dapat tumbuh dari kreativitas dan kemampuan masyarakat dalam membangun usaha sendiri.
Tedy menilai, pengembangan keterampilan melalui pelatihan menjadi langkah strategis untuk memperluas pilihan masyarakat dalam memasuki dunia kerja maupun merintis usaha.
Ke depan, peserta pelatihan diharapkan tidak berhenti pada tahap memperoleh keterampilan. Mereka juga didorong untuk mengembangkan hasil pelatihan menjadi kegiatan usaha produktif yang memiliki prospek berkelanjutan.
Apabila usaha yang dirintis berkembang, bukan tidak mungkin para pelaku usaha tersebut nantinya mampu merekrut tenaga kerja tambahan dan membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.
Dengan begitu, program pelatihan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta secara individu, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
Langkah Disnaker Kabupaten Ciamis melalui penempatan tenaga kerja dan pelatihan UPTD mencerminkan upaya memperluas pendekatan dalam mengatasi pengangguran. Masyarakat tetap difasilitasi untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan, tetapi pada saat yang sama juga didorong agar mampu menjadi pelaku usaha mandiri.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, keberanian berwirausaha, dan kemampuan mengembangkan usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Keberhasilan program tersebut tentu membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, pendampingan usaha, hingga akses informasi dan peluang pemasaran.
Disnaker Kabupaten Ciamis pun diharapkan terus memperkuat sinergi dengan dunia industri dan berbagai pemangku kepentingan agar program penempatan tenaga kerja serta pelatihan keterampilan dapat memberikan manfaat yang semakin luas.
Dengan strategi yang menggabungkan penyaluran tenaga kerja ke perusahaan dan pengembangan wirausaha baru, Kabupaten Ciamis diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, menekan angka pengangguran, serta mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan produktif.
Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar mengantarkan pencari kerja mendapatkan pekerjaan, melainkan juga melahirkan masyarakat yang mampu menciptakan peluang kerja bagi orang lain. (Pentil/Ganz)