Dalam kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya dapat melihat tanaman melon yang tumbuh di kebun, tetapi juga berkesempatan memetik buah secara langsung dari pohonnya. Melon yang dipetik bisa dinikmati langsung di lokasi maupun dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi Putra Palawija Farm karena merupakan panen petik melon pertama yang diselenggarakan secara langsung dengan melibatkan pengunjung. Pelaksanaan panen tersebut juga disaksikan oleh UPTD Pertanian Ciamis sebagai bentuk perhatian terhadap perkembangan kegiatan budidaya melon di wilayah Kabupaten Ciamis.
Suasana kebun yang dipenuhi tanaman melon menjadi daya tarik tersendiri. Buah-buah melon yang tumbuh di antara sulur dan dedaunan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang ingin menikmati hasil pertanian secara lebih dekat.
Konsep petik melon langsung di kebun menawarkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal proses budidaya dan menikmati suasana pertanian secara langsung.
Pemilik Putra Palawija Farm, Ade Rismawan, menyampaikan bahwa panen petik melon perdana ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha pertanian yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan hasil budidaya melon kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang memiliki nilai tambah.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi Putra Palawija Farm menggelar panen petik melon yang bisa disaksikan dan dinikmati langsung oleh masyarakat. Kami ingin memberikan pengalaman berbeda, di mana pengunjung bisa datang ke kebun, memilih melon yang diinginkan, memetiknya sendiri, kemudian menikmati buahnya langsung atau membawanya pulang,” ujar Ade Rismawan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik bagi pengembangan Putra Palawija Farm ke depan. Selain menghasilkan produk pertanian, kebun melon tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif kegiatan rekreasi berbasis pertanian bagi masyarakat.
Ade juga melihat bahwa interaksi langsung antara petani dan pengunjung dapat memberikan nilai positif. Masyarakat bisa mengetahui bagaimana melon dibudidayakan, sementara hasil panen dapat dipasarkan secara langsung tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi konvensional.
Panen perdana Putra Palawija Farm turut disaksikan UPTD Pertanian Ciamis. Kehadiran unsur pertanian tersebut menjadi bagian penting dalam momentum pengenalan hasil budidaya melon yang dikembangkan di Desa Kertaharja.
Pendampingan dan perhatian dari sektor pertanian diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha tani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya, menjaga produktivitas tanaman, serta mengembangkan inovasi pemasaran hasil pertanian.
Pengembangan pertanian berbasis pengalaman langsung seperti petik melon juga berpotensi memperluas manfaat sektor pertanian. Tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, kebun dapat menjadi sarana edukasi sekaligus ruang interaksi antara petani dan masyarakat.
Meski demikian, keberlanjutan kegiatan tersebut tentu membutuhkan pengelolaan kebun yang baik, kualitas buah yang terjaga, serta pelayanan yang nyaman bagi pengunjung.
Kegiatan petik melon Putra Palawija Farm di Cisorok, Desa Kertaharja, menjadi contoh upaya menghadirkan pengalaman pertanian yang lebih menarik bagi masyarakat.
Dengan konsep memetik buah langsung dari kebun, pengunjung dapat merasakan kedekatan dengan proses produksi pangan sekaligus menikmati kesegaran melon yang dipanen.
Ke depan, Putra Palawija Farm diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu potensi usaha pertanian di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Panen perdana ini bukan sekadar kegiatan memetik buah, melainkan juga momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian desa, memperluas pemasaran hasil panen, serta membuka peluang pengembangan wisata pertanian yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat sekitar. (Hendi Pentil)