Ciamis — Forum Jurnalis Galuh (FJG) Ciamis melakukan silaturahmi dan diskusi bersama penggiat kopi Kalijaya Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai potensi, perkembangan, serta masa depan kopi khas Kabupaten Ciamis agar semakin dikenal masyarakat luas, Rabu (7/10/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, FJG bersama penggiat kopi Kalijaya membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia perkopian di Ciamis. Mulai dari potensi perkebunan kopi, kualitas hasil produksi, pengolahan pascapanen, branding, pemasaran, hingga upaya memperkenalkan kopi Ciamis sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Kopi Kalijaya Pamarican menjadi salah satu bagian dari geliat para pelaku kopi lokal yang terus berupaya mengembangkan produk kopi daerah. Keberadaan para penggiat kopi dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem perkopian di Kabupaten Ciamis.
Ketua Forum Jurnalis Galuh (FJG), Pepi Pepoy, mengatakan bahwa silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi momentum untuk melihat lebih jauh potensi kopi yang dimiliki Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, Ciamis memiliki banyak potensi pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah kopi yang apabila dikelola secara serius dapat menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan daerah.
“Kopi Ciamis ini harus kita dorong supaya semakin dikenal. Bukan hanya dikenal di Ciamis, tetapi juga bisa menembus pasar di luar daerah. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara penggiat kopi, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, termasuk media,” ujar Pepi.
Ia menambahkan, media memiliki peran strategis dalam membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat. Menurutnya, cerita tentang kopi Ciamis perlu terus digaungkan sehingga masyarakat mengetahui bahwa daerahnya memiliki produk kopi yang layak untuk diapresiasi dan dikembangkan.
“FJG siap menjadi bagian dari gerakan untuk mempromosikan potensi lokal. Kalau kopi Ciamis ingin maju, tentu tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kolaborasi dari berbagai pihak,” katanya.
Sementara itu, Penggiat Kopi Kalijaya Pamarican, Dana, menyambut baik silaturahmi dan diskusi yang dilakukan bersama FJG. Ia menilai perhatian terhadap perkembangan kopi lokal sangat penting karena masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal.
Dana mengatakan, pengembangan kopi tidak cukup hanya berbicara mengenai produksi. Ada banyak mata rantai yang harus diperhatikan, mulai dari budidaya tanaman, pemilihan buah kopi, proses pascapanen, roasting, penyajian, hingga pemasaran.
“Kopi Ciamis mempunyai potensi. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengembangkan kualitasnya dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Penggiat kopi harus terus belajar dan berinovasi agar produk yang dihasilkan semakin baik,” ungkap Dana.
Menurutnya, keberadaan komunitas dan pelaku kopi lokal juga dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Dunia kopi saat ini bukan hanya berkaitan dengan minuman, tetapi telah berkembang menjadi industri kreatif yang membuka peluang ekonomi.
Ia berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap kopi Ciamis sehingga para petani dan pelaku usaha kopi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Pertemuan FJG dengan penggiat Kopi Kalijaya Pamarican tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah menghadirkan kegiatan yang mampu mempertemukan pelaku kopi, barista, petani, pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, serta masyarakat.
Dengan potensi yang dimiliki, kopi Ciamis diharapkan tidak hanya menjadi komoditas, tetapi mampu tumbuh sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
FJG dan penggiat Kopi Kalijaya pun sepakat bahwa kemajuan kopi Ciamis membutuhkan kerja bersama, konsistensi, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan.